SUNGAI TOHOR — LSM Ekonomi Kreatif Andalan (EKA) bersama siswa-siswi SMP Negeri 1 Tebing Tinggi Timur menggelar aksi bersih-bersih dalam rangka peringatan World Clean Up Day 2026 di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu, 19 September 2026. Dalam aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan 230,5 kilogram sampah plastik dari sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman desa.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB itu merupakan aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sungai Tohor, Efendi, S.E. Dalam sambutannya, Efendi mengatakan bahwa World Cleanup Day menjadi salah satu sarana edukasi lingkungan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa-siswi.
“Program ini sangat baik sebagai bentuk edukasi kepada siswa-siswi. Kami berharap mereka dapat belajar melakukan tindakan yang pro terhadap lingkungan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Efendi.

Ia juga mengapresiasi LSM EKA yang secara konsisten menjalankan berbagai kegiatan lingkungan di Desa Sungai Tohor. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seperti World Cleanup Day perlu terus didorong agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak usia sekolah.
Ketua LSM EKA, Ferenki, mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi dapat membentuk kebiasaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami berharap siswa-siswi yang mengikuti World Cleanup Day dapat menjadi leader atau contoh bagi teman-teman lainnya mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” kata Ferenki.
Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Kebiasaan menjaga kebersihan diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga di sekolah, rumah, dan lingkungan tempat tinggal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan aksi bersih-bersih dengan rute yang dimulai dari kawasan rumah Cik Manan, kemudian dilanjutkan menuju Jalan Sentosa, Jalan Sungai Tohor Pusat, Jalan Abdul Jalil, dan kembali ke titik awal.

Sepanjang rute, peserta mengumpulkan sampah yang ditemukan di tepi jalan, kawasan permukiman, dan ruang publik. Sampah plastik menjadi perhatian utama karena sulit terurai dan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Dari keseluruhan rute pembersihan, tercatat sebanyak 230,5 kilogram sampah plastik berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah plastik masih perlu mendapatkan perhatian bersama, termasuk melalui perubahan kebiasaan masyarakat dalam membuang dan menggunakan produk berbahan plastik.
Setelah aksi bersih-bersih, kegiatan dilanjutkan dengan kuis mengenai kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, World Cleanup Day, serta pengetahuan umum terkait lingkungan. Kuis tersebut menjadi bagian dari edukasi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai persoalan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan.
Peserta juga memperoleh door prize berupa tumbler atau botol minum serta tempat bekal yang dapat digunakan berulang kali. Penggunaan perlengkapan tersebut diperkenalkan sebagai salah satu langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan World Cleanup Day di Sungai Tohor merupakan bagian dari agenda tahunan dalam kerja sama jangka panjang antara LSM Ekonomi Kreatif Andalan (EKA) dan People’s Movement to Stop Haze (PM Haze), sebuah organisasi lingkungan berbasis di Singapura yang bergerak dalam upaya mengatasi persoalan kabut asap serta mendukung perlindungan dan pemulihan ekosistem gambut di Asia Tenggara.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, restorasi ekosistem gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kolaborasi PM Haze dan LSM EKA di Sungai Tohor telah berlangsung sejak 2017 melalui sejumlah program lingkungan dan restorasi gambut.
Melalui World Cleanup Day 2026, LSM EKA bersama pihak sekolah dan Pemerintah Desa Sungai Tohor berharap kegiatan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu. Kesadaran mengurangi sampah, terutama plastik sekali pakai, diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan oleh siswa maupun masyarakat.