LSM EKA percaya bahwa perubahan besar dimulai dari tingkat lokal. Melalui pembentukan dan pendampingan kelompok masyarakat peduli gambut, EKA menciptakan gerakan kolektif yang konsisten dalam menjaga dan memulihkan lahan gambut.
Kelompok masyarakat ini bukan hanya simbol, tetapi agen aktif di lapangan. Mereka dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, rewetting, pembuatan sekat kanal, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Mereka juga menjadi ujung tombak dalam edukasi lingkungan kepada warga sekitar.
Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak lagi menjadi objek proyek, melainkan subjek perubahan. Mereka memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya, yang berujung pada upaya konservasi yang lebih berkelanjutan.
Gerakan lokal ini membawa dampak global. Restorasi gambut berkontribusi besar dalam mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon. Selain itu, praktik ini memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana ekologis seperti banjir dan kebakaran hutan.
LSM EKA menjadikan kelompok masyarakat peduli gambut sebagai model kolaborasi antara masyarakat sipil, pemerintah, dan lembaga donor. Ini adalah bentuk nyata bahwa solusi lingkungan harus bersumber dari masyarakat, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, gerakan ini membuktikan bahwa aksi lokal bisa menyelamatkan dunia.